Beberapa waktu lalu pernah kepikiran buat bikin rumus untuk merubah angka menjadi huruf (bilangan). Tapi baru kepikiran aja, blom sempet dikerjain. Waktu dicoba pake rumus excel biasa (pake VLOOKUP) hasilnya bisa, tapi ngga maksimal, kalo angka "11" hasilnya jadi "Sepuluh Satu".
Setelah tanya kiri kanan, ternyata ada cara yang lebih mudah, yakni dengan membuat sendiri rumus yang diinginkan dengan vasilitas visual basic editor yang seterusnya dijadikan sebuah add-in. Cara ini terbilang lebih mudah, karena sekali kita menambahkan add-in ini, lalu seterusnya kita dapat menggunakan rumus ini kapan pun.
Cara ini saya dapet dari blognya senior saya:
omankomarudin.blogspot.com. Untuk membuat rumus ini dari mulai nol bisa dibuka disana untuk lebih jelasnya. Disini saya cuma jelaskan cara singkat nya saja. Untuk membuat rumus yang otomatis merubah angka menjadi huruf silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini:
Selengkapnya...
Masa Orientasi Siswa MTsN karawang telah dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2010 sampai dengan 16 juli 2010. Kegiatan ini diikuti oleh siswa baru tahun ajaran 2010-2011. Bertindak sebagai panitia adalah dewan guru MTsN Karawang dan Pengurus OSIS periode 2009-2010.
Selengkapnya...

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
"Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Sedangkan yang dimaksud "kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Selengkapnya...

Kuda (Equus caballus atau Equus ferus caballus) adalah salah satu dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus. Hewan ini telah lama merupakan salah satu hewan ternak yang penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun. Kuda dapat ditunggangi oleh manusia dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu, seperti kendaraan beroda, atau bajak. Pada beberapa daerah, kuda juga digunakan sebagai sumber makanan. Walaupun peternakan kuda diperkirakan telah dimulai sejak tahun 4500 SM, bukti-bukti penggunaan kuda untuk keperluan manusia baru ditemukan terjadi sejak 2000 SM.
Selengkapnya...

Pada Tanggal 26 dan 27 Desember 2009 telah dilaksanakan kegiatan LDKS dan Persami MTsN Karawang yang bertempat di Bumi Perkemahan Karang Kitri Bojongmangu Bekasi. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin siswa dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi pengurus OSIS. Kegiatan LDKS tahun ini agak berbeda karena diadakan di luar sekolah (biasanya di dalam lingkungan sekolah).
Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa MTsN Karawang kelas VIII dan IX. Tema Kegiatan ini adalah "Meningkatkan Kemampuan Organisasi dan Kepemimpinan dengan Landasan Dasa Dharma".
Beberapa foto dokumentasi tentang kegiatan ini dapat dilihat pada halaman web berikut: http://www.pbase.com/pramuka_mts/persami atau silahkan klik disini
Selengkapnya...
Seneng banget hari ini. Anak2 kelas 3 yang aku ajarin bikin blog pada sukses bikin blog. Ini suatu langkah awal yang cukup baik, mengingat selama ini semua orang menganggap anak-anak tsanawiyah adalah anak2 yang gaptek. Semoga dengan apa yang telah terjadi hari ini pandangan orang terhadap tsanawiyah yang gaptek bisa dihancurkan.
Buat anak2 ku: ayo terus nge-blog!! kita buktikan bahwa tsanawiyah bukan sekolah yang gaptek. Kita buktikan pada dunia bahwa kita juga menguasai teknologi. Pantang menyerah. Ayo bikin komentar di bawah ini.
Selengkapnya...

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah sesi pelatihan, ada sebuah kisah yang menakjubkan. Kisah ini tertutur dari seorang ahli pendidikan yang sangat sederhana. Beliau menceritakan kisah ini setelah dengan sabar mendengarkan keluhan para guru yang berkeluh kesah. Setelah beliau selesai mendengarkan keluh kesah para guru, dengan santai beliau berkata: "Saya punya sebuah cerita, tentang ucing." Dan dengan segera beliau memulai kisahnya.
Pada suatu waktu, tersebutlah ada sebuah dusun yang memiliki budaya yang agak aneh. Entah dari mana asal mulanya, namun di dusun tersebut ada sebuah kebiasaan untuk memotong buntut ucing (ekor kucing). Kebiasaan ini terus berlanjut hingga beberapa generasi. Pada generasi yang terakhir, orang-orang di dusun itu sudah tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya ekor kucing adalah panjang. Yang mereka ketahui adalah bahwa binatang yang bernama kucing itu pasti memiliki ekor yang pendek.
Suatu hari, tanpa sengaja, ada kucing dari dusun lain yang datang ke dusun tersebut. Orang-orang dusun tersebut merasa keheranan melihat kucing yang memiliki buntut panjang. Mereka menangkap kucing itu dan menganggap kucing tersebut sebagai kucing ANEH.
Ceritanya berhenti sampai disitu, dan dengan santai pula beliau berkata: "Sudah, ceritanya sudah selesai."
Para guru yang mendengarkan cerita itu menjadi heran dan terdiam dalam kebingunan. Namun selang beberapa detik kemudian, air muka para guru tersebut drastis berubah, seolah mereka baru bangun dari tidur panjang.
Ternyata, keluhan guru yang tadi didengarkan dengan sabar oleh sang ahli pendidikan adalah tentang rumitnya tugas guru yang dirasakan oleh guru pada dewasa ini. Para guru tersebut -setelah mengikuti beberapa sesi tentang tugas guru- merasa bahwa mereka baru sadar bahwa tugas guru adalah berat. Dan dengan kesadaran baru tersebut, para guru tersebut bermaksud meminta nasihat sang ahli pendidikan tadi. Namun, alih-alih mendapat nasihat, mereka malah mendapat cerita 'buntut ucing'.
Mungkin dengan ceritanya yang singkat itu, sang ahli pendidikan ingin menyampaikan pesan kepada para guru bahwa sebenarnya tugas guru memanglah berat. Dan itu memang sudah sudah menjadi tugas guru dari jaman dahulu. Hanya saja, entah mulai kapan, ada seseorang yang memendekkan (menyederhanakan) tugas guru. Dan ternyata menyederhanakan tugas dewasa ini sudah kebiasaan bagi guru, bahkan mereka tidak tahu apa sebenarnya tugas guru.
Komentar anda dalam menafsirkan kisah buntut ucing tadi sangat kami harapkan, sebagai bahan refleksi dan evaluasi diri.
Selengkapnya...